Tampilkan postingan dengan label Perkosaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perkosaan. Tampilkan semua postingan

Mesum Di Kebun sawit

Minggu, 29 Mei 2011

Koleksi cerita dewasa terkini adalah menceritakan seorang pria yang mencabuli pasangannya (pacar) disebuah kebun sawit. Cerita seks mesum yang kejadiannya adalah sebuah peristiwa memalukan bagi sang wanita. Karena seperti yang akan diceritakan, mereka adalah pasangan pra nikah (pacaran) wanita pun menjadi korban mesum. Cerita pencabulan yang dilakukan hendri ini dilakukan pada selasa (21/06/11) di perkebunan sawit kotabumi Udik Lampung Utara. Berikut kelanjutan cerita Mesum Di Kebun sawit selengkapnya.

Sebut saja Bunga, korban pencabulan yang dilakukan pacarnya. Demi memuaskan melalui adegan seks mesum bersama bunga, Hendri (pelaku) pun mengaku ia seorang bujangan. Walau sebenarnya ia telah beristri dan beranak dua. Padahal, cerita pasangan ini baru berawal sekitar dua minggu. Namun Hendri mampu memperdayai gadis belia ini dengan berbagai cara agar mendapatkan kenikmatan mesum. Perkebunan sawit tersebut menjadi saksi bagaimana Pelaku menciumi dengan penuh nafsu dan menggerayangi tubuh bunga dengan sangat bernafsu. Namun saat aksi seks mesum ini dilancarkan, ada 3 orang secara mendadak merampas sepeda motor dan ponsel bunga. Dan bunga pun melihat Hendri berbincang dengan dua orang dari pelaku perampasan tersebut. Setelah itu Hendri mengantarkan bunga ke rumahnya. Tanpa diam, bunga pun menceritakan kepada keluarganya dan karena tidak terima atas perlakukan seks mesum tersebut, keluarga bunga melaporkan ke polisi. Cerita dewasa mesum di kebun sawit inipun berakhir dikepolisian.
More aboutMesum Di Kebun sawit

Cerita Dewasa Mesum Seks Dihamili Satpol PP Lalu...

Senin, 23 Mei 2011

Cerita dewasa mesum terbaru 2011 ini adalah cerita fakta seorang cewek perawan yang melakukan hubungan seks mesum oleh oknum anggota satpol pp. Cerita dewasa hubungan mesra pacaran muda-mudi ini, berubah setelah mereka melakukan seks mesum hot. Setelah seks mesum itu, sang cewek pun hamil, namun petaka inipun menjadi besar. Dari kehamilan tersebut sang cewek meminta untuk dinikahi namun sang cewek dibunuh dengan cara didorong jurang. Cerita dewasa mesum ini menjadi sebuah cerita yang sangat memilukan.

Seks mesum yang dilakukan oleh kedua pasangan ini menjadi sebuah cerita yang dapat memberikan informasi, bahwa hasrat birahi seksual yang tidak dibendung menjadi sebuah petaka bagi keduanya. Cewek muda yang masih mahasiswi ini tidak bisa mendapatkan apa yang dia inginkan. Karena alasan yang belum siap dari sang pria, sicewek ini harus kehilangan nyawa. Seperti apa cerita dewasa mesum seks ini selengkapnya, silahkan simak artikel dibawah ini.


------------- vvv ------------- vvv ------------- vvv ------------- vvv -------------

BONUS Download disini : Koleksi Video 3gp Terbaru Seks Telanjang Bugil

------------- vvv ------------- vvv ------------- vvv ------------- vvv -------------


Minta Dinikahi, Honorer Satpol PP Balige Kalap, Pacar Hamil Didorong ke Jurang
Selasa, 24 Mei 2011
TAPUT-PM-Terungkap sudah misteri kematian Lailan br Napitupulu (19). Ternyata, mahasiswi Medicom yang ngontrak di Jl. Rela Gg. Simalungun, Medan Tembung itu, didorong pacarnya sendiri ke jurang. Chandra Agus Nainggolan (21) mengaku kalap karena Lailan hamil dan minta dinikahi.

Lailan adalah warga Jl. Mufakat, Desa Pareparean, Kec. Porsea, Tobasa. Nah, di Medan dia tinggal bersama kakaknya. Pada 7 April 2011 lalu, Lailan dinyatakan hilang. Soalnya, dia pamitan pada kakaknya dengan dalih mau mengerjakan PR di rumah temannya di Jl. Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan. Sejak itulah, Lailan tak pernah kembali lagi.

Hingga akhirnya mayatnya ditemukan Ramli Simanjuntak di areal perladangannya di kawasan jurang Sipintu-pintu, Desa Sipintu-pintu, Porsea pada 28 April 2011. Saat ditemukan, setengah jasad Lailan sudah jadi tengkorak. Temuan Ramli sontak menggemparkan warga di sana, dan hal itu dilaporkan ke Polres Taput.

Karena sudah membusuk dan sudah separuh tengkorak, unit Olah TKP Mapolres Taput pun membawa jenazah Lailan ke RSU Djarasmen Saragih di Siantar. Setelah dilakukan otopsi, diketahui Lailan sedang mengandung 3 bulan. Tragisnya, jasad janin di perutnya juga sudah jadi tengkorak.

Nah, berdasarkan tengkorak janin itulah, Polres Taput mulai menelusuri dan menduga bahwa pembunuhan Lailan dilatar belakangi asmara dan hubungan terlarang.

Polisi pun mulai melakukan penyelidikan. Di bawah pimpinan Kasat Reskrim Mapolres Taput, AKP Josua Tampubolon SH MH meminta keterangan kepada beberapa saksi termasuk Harapan Napitupulu (45), ayah kandung Lailan.

Dari keterangan Harapan, diketahui putrinya menjalani hubungan asmara dengan dengan Chandra, honorer Sat Pol PP di Balige. Polisi pun sempat memeriksa Chandra pada awal Mei ini. Namun, polisi belum menemukan bukti-bukti yang akurat untuk menahan sang oknum Sat Pol PP ini.

Namun petunjuk baru datang, setelah polisi memeriksa beberapa saksi lagi termasuk Kenny sang kakak yang berdomisili di Medan. Rupanya, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan di Medan itu, Kenny mengatakan bahwa Chandra memang sering datang ke Medan untuk menemui sang adiknya itu. Bukan itu saja, sesuai hasil data yang diperoleh polisi dari Facebook Lailan, ditemukan bukti-bukti kuat, Lailan dibunuh Chandra. Di Facebook itu, Lailan terus menerus mencurahkan isi hatinya termasuk soal dirinya sudah berbadan dua.

Nah mendapati bukti-bbukti sudah akurat, Sabtu (21/5) kemarin, polisi pun hendak menangkap Chandra di rumahnya. Namun, aksi itu sepertinya sudah tercium remaja ini. Berkat informasi dari warga di sana, Chandra diamankan dari tempat persembunyiannya di salah satu gubuk bekas kolam ikan yang ada di Desa Narumonda. Polisi pun mengarah kesana dan berhasil emnangkapnya sewaktu sedang merebahkan badan di gubuk itu.(fit/joe)

Aku Belum Siap Nikah

Chandra mengaku emosi terus didesak –sembari dipukuli- menikahi Lailan. “Padahal aku masih muda, dan belum siap menikah Bang. Makanya kugitukan dia (mendorongnya ke jurang, red),” jelas Chandra lewat ponsel. Diakuinya juga, dia sering menemui Lailan semasa kuliah di Medan. “Memang bukan tiap minggu Bang, tapi pernahlah kujumpai dia. Kami jumpa malam minggu Bang, karena aku off dan kami nginap di hotel di Padang Bulan,” ujar Chandra.

Usai membunuh Lailan, Chandra memang merasa dihantui. “Memang takut Bang, macam dikejar-kejar arwahnya aku. Kadang kalau aku dinas pun takut juga,” ujar Chandra, mengaku tetap bertahan di kampungnya dan bertugas layaknya tak ada kejadian. “Memang sayang aku sama dia Bang, aku udah berdosa kali aku ini. Kok bisa khilaf aku waktu itu ya? Memang dia hamil, makanya dia mau ajak aku ketemuan di kampung ini,” ujarnya mengakhiri.

Kapolres Taput AKBP IKG Wijatmika Sik yang didampingi Kasat Reskrim AKP Josua Tampubolon SH MH menjelaskan, kecurigaan mereka terhadap Chandra itu karena hasil otopsi yang mengatakan bahwa di dalam perut Lailan juga ditemukan tengkorak bayi kecil. “Dari sana kita curiga, makanya sampai ke Medan (tempat kos korban, red) kita periksa,” ujar sang Kapolres sembari mengatakan bahwa Chandra akan dikenakan Pasal 338 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(fit/joe)
More aboutCerita Dewasa Mesum Seks Dihamili Satpol PP Lalu...

Cerita Seks Abg Hot Erotis

Sabtu, 21 Mei 2011

Cerita dewasa mesum terbaru kali ini adalah tentang Pegawai Negeri Sipil yang memperkosa ABG. Cerita dewasa oknum PNS yang dituding telah menyetubuhi seks mesum gadis ABG yang masih duduk di bangku MtsN. Cerita panas dengan hasrat seksual tersebut, perkosaan itu berawal ketika berkenalan dengan ABG cantik seksi ini. Cerita erotis seks dari perkenalan itu, hubungan kedua orang ini semakin intens dalam pertemuan. Oknum PNS dan cewek seksi ini terlibat jalinan asmara. Cewek abg seksi ini mengatakan kalau dirinya telah diajak ke sebuah hotel. disitulah cewek abg ini dipaksa melakukan hubungan seks mesum.


Download-Lihat Langsung :
3gp Seks Skandal Cewek


Seperti apa cerita dewasa mesum ini selengkapnya, silahkan disimak :


Sejak berkeluarga dan tinggal di Jakarta aku selalu sempatkan pulang mudik menengok orang tua di Yogyakarta setiap hari raya Idul Fitri. Aku paling suka mudik dengan mobil sendiri. Saat anak-anakku masih kecil aku menyupir sendiri sampai ke rumah orang tua. Kemudian saat anakku sudah besar dan dewasa, merekalah yang bawa mobil.

Kalau pulang mudik aku paling senang lewat jalur selatan yang tidak begitu ramai dan jarang ada kemacetan. Dan yang paling aku suka adalah saat aku melewati desa Redjo Legi menjelang masuk kota Purworejo. Disitu tinggal pamanku, yang aku biasa panggil Pak Lik, dia adik sepupu bapakku. Aku sangat akrab dengannya karena anaknya yang seumur denganku indekost di rumahku. Kalau hari libur aku sering diajak pulang ke Redjo Legi cari belut. Depan rumahnya yang hingga kini masih merupakan sawah yang terbentang selalu ada belut untuk kami tangkap dan goreng.

Nostalgia macam itulah yang membuat aku selalu ingin mengenang kembali masa kecilku dengan menyempatkan mampir kerumah Pak Lik setiap aku pulang mudik. Dan ada yang tidak berubah di rumah Pak Lik sejak aku kecil dulu, yaitu rumahnya yang berdinding gedek kulit bambu itu. Indahnya gedek macam itu adalah fungsi sirkulasi udaranya sangat bagus karena gedeknya itu bercelah-celah akibat jalinan bambu yang tidak mungki bisa rapat benar. Dan saat pagi hari matahari akan menembusi gedek itu sehingga panasnya cukup untuk membangunkan kami yang maunya masih bermalas-malas di amben, istilah setempat untuk balai-balai yang terbuat dari bambu. Kondisi dan suasana itulah pulalah yang semakin membuat aku selalu mampir di rumah Pak Lik setiap aku pulang mudik. Dan walaupun saat usianya sudah lebih dari 50 tahun atau 20 tahun di atas saya, tetapi Pak Lik tetap nampak gagah dan sehat.

Dua tahun yang lalu Bu Lik meninggal dunia karena sakit sehingga kini Pak Lik menjadi duda. Untuk menopang kegiatannya sehari-hari Pak Lik dibantu pelayan kecil dari kampungnya untuk mencuci pakaiannya dan masak ala kadarnya. Apabila sudah tidak ada lagi yang dikerjakan dia pulang ke rumahnya yang tidak jauh dari rumah Pak Lik. Akhirnya Pak Lik menjadi terbiasa hidup sendirian di rumahnya. Sanak saudaranya yang menyarankan untuk kawin lagi agar ada perempuan yang membuatkan kopi di pagi hari atau menjadi teman saat bertandang ke sanak keluarga, tetapi Pak Lik belum juga menemukan jodohnya yang sesuai dengan keinginan hatinya. Walaupun pendidikannya cukup tinggi, waktu itu sudah menyandang titel BA atau sarjana muda, kegiatannya sehari-hari dari dulu hingga kini adalah tani. Dia menggarap sendiri sawahnya.

Tahun ini aku dan istriku terpaksa pulang mudik berdua saja. Anak-anakku punya acara sendiri bersama teman-temannya yang susah aku pengaruhi untuk ikut menemani kami. Ya, sudah. Aku nggak suka memaksa-maksa anak. Mereka perlu dewasa dan belajar mengambil keputusan sendiri. Menjelang masuk kota Kroya jam menunjukkan pukul 2 siang saat aku merasa agak tidak enak badan. Badanku agak demam dan kepalaku pusing. Sambil pesan agar nyopirnya nggak usah buru-buru, istriku memberi obat berupa puyer anti masuk angin yang selalu dia bawa saat bepergian jauh. Sesudah aku meminumnya rasa badanku agak lumayan, pusingku sedikit berkurang. Tetapi tetap saja tidak senyaman kalau badan lagi benar-benar sehat. Menjelang memasuki desa Redjo Legi menuju rumah Pak Lik aku merasakan sakitku tak bisa tertahan lagi. Kupaksakan terus jalan pelan-pelan hingga tepat jam 5 sore mobilku memasuki halaman rumah Pak Lik yang dengan penuh kehangatan menyambut kami.

Ketika dia tahu aku sakit, dia panggil embok-embok di kampungnya yang biasa mijit dan kerokan, kebiasaan orang Jawa kalau sakit badannya di kerok dengan mata uang logam untuk mengeluarkan anginnya. Ketika sakitku tidak berkurang juga akhirnya istriku membawa aku ke dokter yang tidak jauh dari rumah Pak Lik. Aku dikasih obat dan disuruh banyak istirahat dan tidur. Sepulang dari dokter Pak Lik sudah merepotkan dirinya dengan menyediakan makan malam. Sebelum minum obat istriku menyuruh aku makan dulu barang sedikit. Dan seusai aku minum obat, aku langsung diserang kantuk yang luar biasa. Rupanya dokter telah memberikan obat tidur padaku. Aku langsung tertidur pulas.

Sekitar pukul 2 atau 3 malam, aku tidak begitu pasti, aku dibangunkan oleh suara berisik amben bambu dibarengi suara rintihan dan desahan halus dari sebelah dinding kamarku. Kantukku masih sangat memberati mataku. Aku meraba-raba istriku tetapi tak kutemukan, mungkin dia sedang turun kencing. Di rumah Pak Lik kamar-kamar tidurnya tidak dilengkapi lampu. Cahaya dalam kamar cukup didapat dari imbas lampu di ruang tamu yang sekaligus ruang keluarga yang tembus ke dinding bambu yang banyak celah lubangnya itu. Suara amben yang terus mengganggu kupingku memaksa aku mengintip ke celah dinding. Apa yang kemudian aku lihat langsung memukul diriku. Aku terpana dan limbung. Kepalaku yang pusing karena sakit langsung kambuh. Aku kembali terkapar dengan jantungku yang berdegup cepat dan keras. Benarkah Dik Narti istriku telah tega mengkhianati aku? Benarkah Pak Lik yang aku selalu baik padanya telah tega menggauli istriku yang mestinya dianggap sama dengan istri anaknya juga? Apakah kekuranganku Dik Narti? Apakah karena kesibukkanku yang selalu merampas waktuku sehingga kamu merasa berhak untuk menerima orang lain? Apakah karena hanya itu sebagaimana yang sering kamu keluhkan padaku? Ataukah Pak Lik yang sudah 2 tahun men-duda telah membujuk rayu padamu dan kamu tak mampu menolaknya? Ah, sejuta pertanyaan yang aku nggak mampu menjawabnya karena semakin menambah pusing kepalaku. Sementara berisik amben itu semakin tak terkendali. Dan rintihan Dik Narti serta desahan berat Pak Lik semakin jelas di kupingku. Aku tak mampu bangun karena obat yang aku minum membuat aku limbung kalau nggak ada yang menuntunku. Aku hanya bisa kembali ngintip dari celah dinding itu.

Kulihat Pak Lik sedang mengayun-ayun kontolnya yang lumayan gede ke lubang memek istriku sambil mencium Dik Narti penuh nafsu. Sementara Dik Narti memegangi dan meremas rambut Pak Lik untuk memastikan bibir-bibir mereka bisa tetap saling berpagut dan melumat. Suara kecupan saat bibir yang satu terlepas dari bibir yang lain kudengar terus beruntun. Sementara ayunan kontol Pak Lik yang semakin menghunjam-hunjam vagina istriku semakin membuat ambennya menjadi lebih berisik lagi.

"Pak Lik, Pak Lik, enaakk Pak Lik.. teruss Pak Lik.. oocchh.. hhmm.. Pak Lik..", duh, rintihan Dik Narti yang sedemikian menikmati derita birahinya membuatku kepalaku semakin terpukul-pukul.
Darah yang naik ke kepalaku semakin membuatku pusing yang sedemikian hebatnya.

Dan desahan Pak Lik sendiri nggak kalah hebatnya. Sebagai lelaki sehat yang telah men-duda lebih dari 2 tahun tentu kandungan libidonya sangat menumpuk. Bukan tidak mungkin dialah yang memulai dan melemparkan bujuk rayu pada istriku sementara dia tahu aku nggak akan mudah terbangun karena obat tidurku ini. Kembali aku ngintip ke dinding. Kulihat buah dada dan istriku yang masih demikian ranum dengan pentilnya yang tegak kencang menusuk ke depan sudah terbongkar dari kantung BH-nya. Itu pasti ulah Pak Lik yang membetotnya keluar untuk dia lumat-lumat bukitnya dan sedoti pentilnya hingga kuyup oleh ludahnya. Kulihat bagaimana ketiak istriku yang terbuka saat memegangi kepala dan meremasi rambut Pak Lik. Pasti lidah dan ludah Pak Lik juga sudah melumati dan menjilati hingga basah kuyup pada ketiak Dik Narti yang sangat sensual itu. Kembali aku ambruk ke ambenku.

Rasa nyut-nyut di kepalaku sangat menyakitkan. Tanganku berusaha memijit-mijt untuk mengurangi rasa sakitnya. Tetapi setiap kali aku tergoda untuk kembali ngintip di lubang dinding. Kulihat kontol Pak Lik serasa semakin sesak menembusi vagina Dik Narti. Dia tarik keluar pelan dengan dibarengi desahan beratnya dan rintihan Dik Narti, kemudian mendorongnya masuk kembali dengan desahan dan rintihan mereka lagi. Dia lakukan itu berulang-ulang dan desahan serta rintihannya juga terdengar mengulang-ulang. Kemudian kulihat tusukan kontol Pak Lik makin dipercepat. Mungkin kegatalannya pada kelamin-kelamin mereka makin menjadi-jadi. Pak Lik tidak lagi melumati bibir Dik Narti. Dia turun dari amben dan mengangkat satu tungkai kaki istriku dan mengangkat hingga menyentuh dadanya. Dengan cara itu Pak Lik bisa lebih dalam menghunjamkan kontolnya ke memek istriku Dik Narti. Dan akibatnya kenikmatan yang tak terperi melanda istriku. Dia meremasi sendiri susunya sambil kepalanya yang rambutnya telah amburadul acak-acakan terus bergoyang ke kanan dan ke kiri menahan siksa nikmat yang terperi. Racauan terus keluar dari mulutnya. Mereka sudah sangat lupa diri. Mereka sudah tidak lagi memperhitungkan aku yang suaminya atau keponakannya yang kini berada di sebelah dinding dan tengah tergeletak sakit hampir mati.

Kenikmatan nafsu birahi telah menghempaskan mereka ke sifat kebinatangan yang tak mengenal lagi ada rasa iba, martabat, hormat dan menghargai norma-norma hidup sebagaimana mestinya. Mereka sudah hangus terbakar dan berubah sifatnya menjadi gumpalan nafsu setan gentayangan. Aku terbatuk-batuk dan mual. Pusing kepalaku langsung menghebat. Dengan suara yang sengaja kukeraskan aku mengeluarkan dahakku yang kemudian disusul dengan muntah-muntah. Aku berharap dengan tindakakanku itu segalanya menjadi berhenti. Mereka pasti akan bergegas menolong aku. Tetapi suara amben itu justru makin cepat dan kencang. Sehingga kini ada dua sumber berisik di dalam rumah Pak Lik ini. Suaraku yang orang sakit dan memerlukan pertolongan di kamar sebelah sini dan suara yang berkejar-kejaran dengan nafsu setan di kamar di sebelah sana.

Aku tahu mereka dalam keadaan tanggung. Puncak nikmat sudah dekat dan nafsu birahi untuk memuntahkan segalanya sudah di ubun-ubun. Mereka pasti berpikir, biarkan saja aku menunggu. Dan ketika saat puncak mereka akhirnya hadir suara-suara di rumah ini benar-benar gaduh. Aku yang muntah-muntah tanpa henti dengan suaraku seperi babi yang disembelih bercampur dengan suara Pak Lik bersama istriku berteriak histeris menerima kenyataan nikmat dari orgasme yang mereka raih. Untuk sesaat suara amben masih terdengar berisik untuk kemudian reda dan sunyi. Sementara disini aku masih mengeluarkan suara dari batukku disertai dengan rasa mau muntah yang keluar dari tenggorokanku.

Akhirnya istriku muncul di pintu. Dipegangnya kepalaku. Ah, kok makin panas mas, obatnya diminum lagi ya, katanya. Kemudian dengan kuat tangannya meringkus aku dan memaksakan obat cair masuk ke mulutku. Aku terlampau lemah untuk menolaknya. Saat jari-jarinya memencet hidungku kesulitan nafasku memaksa aku menelan seluruh obat yang telah berada dalam rongga mulutku. Kemudian disuruhnya aku minum air hangat. Sebelum air itu habis kuteguk aku sudah kembali jatuh tertidur pulas. Dan aku nggak punya alibi sedikitpun atas apa yang selanjutnya terjadi di rumah ini hingga 6 jam kemudian saat aku terbangun.

Jam 9 pagi esoknya aku terbangun lemah. Pertama-tama yang kulihat adalah dinding dimana aku mengintai selingkuh istriku dengan Pak Lik. Aku marah pada dinding itu. Kenapa begitu banyak lubangnya sehingga aku bisa mengintip. Dan aku juga marah pada diriku kenapa aku yang sakit ini masih pengin mengintip ke dinding itu dan menyaksikan istriku menanggung nikmat saat kontol Pak Lik menggojlok kemaluannya. Tapi saat aku ingin teriak karena marah besarku istriku dia muncul di pintu. Pandangan matanya aku rasakan sangat lembut. Dia mendekat dan duduk di ambenku. Dia ganti kompres di kepalaku dengan elusan tangannya yang lembut sambil berkata,

"Mas Roso (begitu dia memanggilku) semalaman mengigau terus. Panas badannya tinggi. Aku jadi takut dan khawatir. Pak Lik bilang supaya aku ambil air dan kain untuk mengompres kepala Mas Roso".
Saat mendengar mulutnya menyebut Pak Lik yang aku ingat betul nada suara dan pengucapannya persis sebagaimana aku dengar saat dia meracau penuh nikmat tadi malam, seketika darahku mendidih dan tanganku langsung mencekal blusnya dan ingin membantingnya ke tanah. Tetapi senyum teduhnya kembali hadir di bibirnya,

"Hah, apa lagi mas, apa lagi yang dirasakan, sayang", ucapnya lembut tanpa prasangka dengan mukanya yang nampak tetap suci bersih.
Langsung didih darahku surut. Aku tak mampu melawan kelembutan dan senyumnya itu. Kutanyakan padanya di mana Pak Lik sekarang. Dia bilang Pak Lik ke sawah. Hari ini giliran dia untuk membuka pematang agar air mengalir kesawahnya. Dia juga bilang agar aku banyak istirahat saja dulu. Dia sudah menelpon orang tua di Yogya dari kantor telepon, mengabarkan bahwa aku sakit dan akan istirahat dulu di Redjo Legi. Kemudian dia beranjak dan kembali dengan sepiring bubur sum-sum, aku disuapinya.

Aku jadi berpikir apa yang sesungguhnya terjadi tadi malam. Apakah panas badanku yang sedemikian rupa telah membawaku ke alam mimpi sampai aku mengigau sepanjang malam sebagaimana kata istriku, ataukah perselingkuhan Pak Lik dengan istriku itu memang benar-benar sebuah kenyataan? Kembali kepalaku berputar-putar rasanya. Istriku kembali men'cekok'i aku dengan obatnya. Dan aku kembali tertidur. Sebelum aku lelap benar, istriku dengan penuh kasih memeluk aku, mengelusi kepalaku sambil mendekatkan kedadanya. Pada saat itu aku merasakan semburat aroma yang lembut menerjang ke hidungku. Aroma itu aku yakini adalah aroma ludah yang telah mengering pada buah dada dan bagian tubuh istriku yang lain. Tetapi obat tidurku tak memberi kesempatan padaku untuk melek lebih lama. Aku kembali pulas tertidur. Sampai kini, 6 bulan sesudah pulang mudikku itu, aku tetap tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi. Dan aku tidak mempunyai alibi apapun untuk mempertanyakan keinginan tahuku pada istriku. Yang mungkin bisa dan perlu aku lakukan adalah memilih jalur utara yang padat saat pulang mudik yang akan datang.
More aboutCerita Seks Abg Hot Erotis

Cerita Dewasa Rintihan Seks Andila Erotiss

Kamis, 19 Mei 2011

Cerita dewasa mesum terbaru kali ini tentang artis seksi yang menjadi korban pemerkosaan. Cerita bagaimana artis cantik menjadi korban pemuas nafsu birahi produser, sutradara dan fotografer, sebagai syarat untuk menjadi artis cantik terkenal. Seorang cewek yang memiliki tubuh seksi dan wajah cantik selalu berkesempatan untuk menjadi seorang artis. Dimana profesi seorang artis banyak diminati cewek-cewek muda berbakat. Namun apakah menjadi kisah yang membahagiakan atau sebaliknya? Berikut cerita dewasa mesum pemerkosaan artis cantik seksi ini.

Bermula dari ajang kontes pemilihan putri, cewek seksi ini menjadi finalis dalam ajang tersebut. Dari modal itu, ia berfikir bahwa modal yang ia punya dapat menjadikannya pengantar artis terkenal. Namun sesaat melangkah kearah keterkenalan, ia menjadi korban pemerkosaan nafsu birahi para pemuja wanita cantik seksi. Tubuh bugil dan telanjangnya menjadi santapan untuk dinikmati dalam adegan pemerkosaan seks mesum itu. Tak hentinya bagaimana vagina dan payudaranya dinikmati beberapa orang sebagai syarat artis terkenal. Inilah cerita lengkap cerita dewasa mesum Pemerkosaan artis cantik seksi sebagai syarat terkenalnya.


RINTIHAN PUTRI INDONESIA

“Tante…Dila berangkat dulu yah”, pamit Dila kepada tantenya. Begitulah Dila, yang memiliki nama lengkap Andila Agustina mengawali aktifitasnya di pagi hari ini. Jam menunjukkan pukul 6 tepat saat Andila meninggalkan rumah tantenya tempat dimana dia menumpang hidup. Andila Agustina, gadis berusia 18 tahun adalah seorang finalis Pemilihan Putri Indonesia 2010. Gadis cantik jelita ini penampilannya tidaklah kalah dengan gadis-gadis lainnya, terbukti dalam kontes itu dia terpilih sebagai juara favorit. Baju-baju yang dikenakan Andila selalu modis, dengan mengambil ukuran baju yang body fit atau ketat sehingga menonjolkan keindahan lekuk-lekuk tubuh Andila, dada yang menonjol pinggulnya yang ramping serta pantatnya yang padat menambah nilai tersendiri bagi keindahan tubuh gadis ini.

Wajahnya yang putih bersih selalu dipoles dengan kosmetik sehingga nampak semakin cantik apalagi ditambah dengan senyuman yang selalu tersungging ramah dari bibirnya yang sensual itu, Andila bukan saja seorang gadis yang cantik tetapi juga ramah. Hari ini Andila memenuhi tawaran Frans, seorang photografer, yang kemarin menghubunginya untuk pemotretan model sebuah baju karya seseorang perancang busana. Sebetulnya Andila agak malas untuk memenuhi panggilan itu karena dia masih memiliki kegiatan lainnya yang setumpuk. Namun kebetulan jadwal pemotretan yang ditawarkan itu adalah pagi hari maka setelah dipikir-pikir tidak ada salahnya untuk memenuhi panggilan sang photografer itu, thoh juga itung-itung untuk menambah pengalaman dan pergaulan pikirnya.

Singkat cerita, sampailah sang putri ini ditempat pemotretan yaitu sebuah rumah besar yang terletak disebuah kawasan antara Jakarta dan Bogor. Areal disekitar rumah itu agak sepi dan jauh dari keramaian, mungkin sebagai seseorang yang berjiwa seni Frans memerlukan tempat tinggal yang tenang seperti ini pikir Andila. Setelah memarkirkan mobil sedannya Andila memasuki halaman rumah tersebut, tak lama kemudian keluarlah sosok lelaki bertubuh tinggi besar, kepalanya plontos wajahnya dengan wajah khas orang chinesse. "Ah ini dia Putri Indonesia yang pertama kali berjilbab, selamat datang....", sambut lelaki itu. Dengan senyum ramah dia kemudian memperkenalkan dirinya “Perkenalkan saya Frans alias Aliong, kamu boleh panggil saya Frans atau Aliong…”, ujar lelaki itu dengan tersenyum.

“Saya Andila….”, balas Andila sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman. “Oouuhh…cantik nian kamu Andila…tanganmupun mulus sekali”, ujar Frans sambil menyambut uluran tangan Andila. Dan...“CUP….” sebuah kecupan bibir Frans tiba-tiba mendarat dipunggung tangan Andila, membuat Andila agak terkejut karena baru kali ini diperlakukan bak seorang putri dari daratan eropah. “Mari silahkan masuk” Frans mempersilahkan Andila memasuki rumah sang fotographer itu. Sesampainya didalam Andila tertegun melihat suasanya didalam rumah itu, ruangannya besar-besar namun gelap dan sepi, seperti rumah yang tidak berpenghuni. “Pemotretannya dimana mas…”, Tanya Andila. “Mari kita kedalam…”, ajak Frans mempersilahkan Andila berjalan melalui lorong-lorong gelap didalam rumah tersebut. “Gimana tawaran pembayarannya ?”, Tanya Frans sambil berjalan memandu Andila. “ Masih 500.0000 rupiah pershot kan ?”, balas Andila.

“Iya…iya…kamu akan saya ambil 5 shot aja koq dan masih ada tip-nya, jadi jumlah yang akan kamu terima nanti akan lebih banyak dari jumlah yang kamu perhitungkan”, jawab Frans sambil tersenyum melirik Andila. Dan tibalah mereka disebuah ruangan dibagian belakang rumah tersebut, ruangan tersebut nampaknya sudah di set-up untuk pemotretan. Ukurannya tidak terlalu luas hanya sebesar 10 x 10 meter dan terdapat sebuah sofa besar untuk sarana pemotretan dan sebuah bilik untuk berganti baju. "Ini dia studio pemotretannya, silahkan masuk Andila". "Terimakasih mas... Tapi pemotretannya jangan lama-lama yah mas soalnya aku mau ada interview dengan majalah Femina", ujar Andila. "Beres...semua udah diatur", balas Frans. " Nah, Andila ini baju yang musti kamu kenakan untuk pemotretan ini", ujar Frans sambil menyodorkan sebuah gaun panjang.

“Bajunya cuman ini aja mas dan saya ngga perlu di make-up lagi mas ?” Tanya Andila. “Nda perlu…wajah kamu udah cantik koq, nda perlu make-up lagi, baju untuk pemotretan ya cuma itu aja” ujar Frans. "Sekarang kamu silahkan ganti baju diruangan itu" Frans menunjuk satu bilik kecil didalam ruangan itu. Beberapa menit kemudian Andila keluar dengan busana panjang berwarna merah tua dipadukan dengan jilbab merah muda. Bahannya terbuat dari sutera tipis dan ukurannya ketat menjadikan tubuh Andilapun terlihat sexy. "Waw cantik sekali....", Frans terpesona dengan kemolekan tubuh Andila. "Duduk di sofa itu”, perintah Frans sambil menutup pintu kamar pemotretan itu. “Koq sendirian aja sih mas ?”, Tanya Andila Frans hanya diam saja, dia nampak sibuk menyetel kameranya “Ok mulai berpose….”, Dan kilatan-kilatan blits mulai memancar didalam ruang itu mengiringi pemotretan Frans, Andila pun berganti-ganti gaya diatas sofa itu. Tidak ada setengah jam, pemotretanpun usai. "Selasai...!" Frans mengacungkan jempolnya. “Hihihi…engga terasa udah selesai ya mas….”, ucap Andila sambil bangkit dari sofa.

"Tunggu dulu, jangan bergerak dari sofa", ujar Frans Wajah Frans tiba-tiba berubah menjadi serius, digantinya kamera yang menggantung di treeport dengan sebuah handycam. Kemudian Frans bersiul beberapa kali seperti memberi tanda sesuatu. “Lho…ada apa lagi mas…? Koq masang handycam segala ?” Tanya Andila yang mulai kebingungan. “Masih ada satu lagi yang ingin gue ambil dari kamu”, kata Frans. Andilapun terkejut sambil bertanya “Apa mas…?”. “Sebuah adegan….yang bakal membuat kamu lebih terkenal daripada sekedar putri-putri-an”, balas Frans sambil memasukkan film didalam hadycamnya. Belum lagi hilang rasa bingung didalam diri Andila tiba-tiba masuklah beberapa orang lelaki kedalam ruangan itu. “Ah ini dia, jagoan-jagoan kita…” ujar Frans sambil tersenyum. “Andila, perkenalkan ini lawan main kamu didalam adegan nanti.

Yang tinggi besar berambut botak ini namanya Ayung, yang kurus dan berambut gondrong ini namanya Paulus dan yang berbadan tegap dan kekar ini namanya Martinus”. “Siapa mereka ? mau apa mereka ? mas mau adegan apa lagi ?” Tanya Andila yang mulai gugup melihat suasana yang tidak menguntungkan itu. “Andila, gue sebenarnya mau bikin Blue Film alian BF alias Bokep dan kamu adalah pemeran utamanya !”, Frans menjelaskan. Sontak penjelasan Frans ini membuat diri Andila bagai tersambar petir, dia mulai sadar bahwa dirinya telah dijebak oleh Frans. “Tenang...tenang kamu tetap akan kami bayar Andila, tapi setelah film ini laku…” lanjut Frans. “Themanya tergantung dari kamu…kalo kamu rela bersedia disyuting kita bisa pilih tema perselingkuhan saja, sepeti antara bos dan karyawannya.

Tetapi…kalo kamu menolak syuting ini, yaaah…terpaksa mau tidak mau thema yang aku pilih adalah PEMERKOSAAN…hahahaha….”. Wajah Andila nampak menjadi pucat pasi, hatinya menjadi ciut, aliran darahnya serasa berhenti mendengar penjelasan Frans tadi. “Tidak…tidak…aku tidak sudi….!!”, teriak Andila sambil bangkit dari sofa seraya berlari menuju pintu untuk meninggalkan ruangan itu. Namun belum lagi tangan Andila menyentuh handle pintu tiba-tiba sebuah tangan kekar dan besar milik Martinus dengan cekatan memegang tangan Andila. “Ahh..lepaskan…lepaskan aku…kalian bajingan setan semua !!!”, Andila menjerit-jerit sambil berontak mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Martinus. “AHA…jelaslas sudah berarti thema film kita adalah PEMERKOSAAN !”, teriak Frans sambil menghidupkan handycamnya.

“Kita langsung mulai saja pengambilan gambarnya…”. “Action….mulai !!!!”, perintah Frans sambil menghidupkan kameranya dan mengarahkan ke adegan Martinus yang tengah meringkus Andila. “Hebat sungguh hebat,…kejadiannya sangat alami…benar-benar ini akan menjadi sebuah filem pemerkosaan yang hebat”, ujar Frans sambil terus membidikkan kamerannya kearah pergumulan antara Martinus dan Andila. “Lepaskan…lepaskan saya….”, teriak Andila sambil meronta-ronta. Tubuh Andila diseret ketengah ruangan oleh Martinus serta Paulus yang kemudian datang membantu. Andila tiada henti meronta-ronta dan berteriak menyumpah-nyumpah serapah namun dua orang lelaki kekar itu dengan mudah mematahkan perlawanan Andila. "Tenang sayangku....kamu akan jadi terkenal", ujar Paulus sambil menyeret Andila.

Kemudian Martinus dan Paulus meletakkan tubuh Andila ke sofa, Paulus yang mengambil posisi dibelakang sofa memegangi kedua tangan Andila dengan kuat. Sementara Martinus memegangi kedua kaki Andila. Ayung, sang lelaki botak yang sedari tadi hanya mengamati kejadian diruangan itu dengan senyum-senyum simpul mulai melepaskan pakaiannya hingga telanjang bulat. Bentuk tubuh lelaki berusia 40-an ini jelek sekali sejelek roman mukanya. Ayung adalah seorang sex maniak sejati. Perutnya buncit badannya penuh dengan tatto, dan yang mengerikan dia memiliki sebuah penis yang berukuran besar yang sepertinya sangat terlatih didalam mengaduk-aduk lubang kemaluan wanita. Perlahan-lahan dihampirinya tubuh Andila yang meronta-ronta ketakutan, Andila sangat menyadari akan apa-apa yang bakal terjadi terhadap dirinya.

"J...ja..ngan paakk...jjangann..perkosaa saya...",pinta Andila dengan suara yang tergetar. Apalah arti dari permintaan itu, dihadapan para lelaki yang telah kerasukan setan itu Andila ibaratnya hanyalah seonggok daging mentah yang siap dimangsa oleh anjing-anjing budukan yang kelaparan. Dengan santai tangan Ayung menjamah tubuh Andila, diremasnya kedua buah payudara Andila. seketika tubuh Andila menggeliat sebagai tanda penolakan atas perlakuan lelaki kurang ajar ini. Tangan-tangan Ayung mulai melucuti pakaian Andila, gaun panjang yang dikenakan Andila sangatlah mudah untuk dilepas bagai menguliti buah pisang saja. Sekali tarik saja gaun yang melilit ditubuh Andila itu terlucuti. "Waaahh...indah sekali tubuhmu sayang...", bisik Ayung sambil menyeringai.

Diberinya kesempatan kepada Frans untuk membidikkan kamera hendycam-nya keseluruh tubuh Andila yang hanya dibalut bh dan celana dalam warna putih serta jilbab yang masih menutupi rambutnya. Airmata mulai meleleh membasahi wajah ayu Andila keringat dingin mengucur deras membasahi tubuhnya yang indah itu. Ketegangan dan kengerian luar biasa menyelimuti sang juara favorit Putri Indonesia ini. Matanya terpejam erat tubuhnya bergetar disaat kembali tangan-tangan Ayung menyentuh tubuhnya. Tangan trampil Ayung kemudian beraksi kembali dengan melepaskan bh yang dikenakan Andila. Sesaat kemudian apa yang ada didada Aninda menjadi pusat perhatian dari para lelaki itu, mereka pun berdesah kagum atas keindahan dua gundukan buah dada Aninda itu.

Ukurannya tidak besar tetapi proporsional dengan tubuh Aninda dan kencang. Dengan tangan-tangan kasarnya diraihnya kedua gundukan payudara itu oleh Ayung. Diusap-usap dan diremas-remas....dengan sesekali dipilin-pilinnya kedua puting yang berwarna merah muda itu. Karuan saja ini membuat tubuh Andila menggeliat-geliat, mulutnya sesekali menganga mengeluarkan desahan-desahan. Puas mempermainkan payudara Andila kedua tangan Ayung merayap turun kearah pinggung dan akhirnya dengan sekali tarikan dia melorotkan celana dalam putih Andila. Suasana diruangan itupun semakin erotis, empat pasang mata kembali terbelalak tertuju ke sebuah gundukan indah di selangkangan sang putri. Sebuah kemaluan wanita yang benar-benar terawat, bersih dengan susunan rambut kemaluan yang berjajar rapih mengelilingi liang kemaluannya. Andila terisak-isak menangis tubuhnya seolah pasrah menerima keadaan namun matanya masih terpejam erat. "Oh sang putri cantik....,beberapa hari yang lalu aku lihat engkau berdiri tegar disebuah panggung pemilihan Putri Indonesia.

Aku masih ingat kau mengucapkan bahwa kau adalah satu-satunya Putri Indonesia yang berjilbab. Aku sangat mengagumimu, tak kusangka kini kau berada didepanku....aku siap mewujudkan impianku untuk menikmati tubuhmu", ujar Ayung sambil mengusap-usap kemaluan Andila. "Ja..jangann...pakkk...ammpunnn...jangann...", pinta Andila sambil menagis. Tiba-tiba tubuh Andila mengejang...mulutnya menganga seperti mengucap huruf A, rupanya jari tengah Ayung bagai cacing tanah menyeruak masuk kedalam bibir vagina Andila. "Aaaahhhh.....", Andila menjerit ketika jari tengah Ayung itu mulai menusuk-nusuk kemaluannya, tubuhnya menggeliat-geliat bagai cacing kepanasan sementara keringatnya terus mengucur deras membasahi tubuhnya yang masih memancarkan harum wewangian bunga melati itu. CEP...CEP...CEP...begitulah suara yang keluar dari selangkangan Andila akibat dari cairan kewanitaan Andila yang dengan derasnya mengucur keluar akibat dikobel-kobel oleh jari tengan Ayung.

Mata Andila terpejam begitu pula dengan mulutnya yang tertutup rapat berusaha menahan rintihan-rintihan yang akan keluar dari mulutnya. Berdasarkan pengalaman Ayung, inilah cara yang sering dipakai Ayung untuk menguras tenaga dari sang gadis pada saat memperkosa gadis itu. Dan setelah tenaga gadis tersebut habis terkuras maka dia dapat dengan mudahnya menyetubuhi gadis tersebut tanpa perlawanan yang berarti lagi. Beberapa saat lamanya jari tengah Ayung mengocok-ngocok liang vagina Andila sampai akhirnya badan Andila terlihat melemah, wajahnya memerah menahan rasa ngilu dikemaluannya. Setelah mencabut jari tengah Ayung dari liang vagina Andila, Ayung merapatkan wajahnya ketubuh Andila tepatnya dibagian selangkangan Andila. Kini lidahnya yang mulai bermain, masih dengan obyek sasaran selangkangan Andila. Lidah Ayung mulai menyapu-nyapu gundukan kemaluan Andila, dijilat-jilatinya bagian tubuh yang amat pribadi bagi Andila itu. "Aaakkhhh...." mulut Andila menganga badannya menegang keras ketika lidah Ayung masuk dan menjilati liang vaginanya.

"Ssshhh...eeehhh...aaahhh....hhhmmmhh....", Andila merintih-rintih tubuhnya menggeliat-geliat semakin keras akibat lidah Ayung yang terus menjilat-jilat liang kemaluannya dengan rakus. Puas menikmati kemaluan Andila kini Ayung dengan lidah yang masih terjulur menyapu tubuh Andila hingga sampai dibagian dada. Kembali lidah Ayung bergerilya didua bukit indah Andila itu, kali ini dibantu dengan kedua tangannya yang ikut meremas-remas keduaaa payudara itu. Dijilat-jilat, dihisap-hisap, digigit-gigit kedua payudara indah yang malang itu oleh mulut Ayung yang rakus itu hingga memerah warnanya. Setelah itu serangan berganti sasaran lagi, kini wajah Ayung telah sejajar dengan wajah Andila yang membuang muka dari tatapan wajah Ayung. Diraihnya kepala Andila yang masih mengenakan jilbab itu dan dipalingkannya wajah Andila hingga berhadapan dengan wajahnya. "Hhhhhmmmm...hhmmmppp", Andila gelagapan ketika bibir Ayung mendarat dibibir Andila.

Dengan rakusnya dikulumnya bibir Andila yang merah mereka itu. Lama Ayung menikmati bibir Andila, dikecup-kecup bibir gadis cantik itu, dikulum-kulum dengan sesekali memainkan lidahnya didalam rongga mulut Andila. Andila nampak semakin gelagapan karena kehabisan nafas, betapa tidak ada sekitas 30 menit lamanya Ayung mencumbu bibir Andila. Terkuras sudah tenaga Andila oleh perlakuan yang diterimanya, apalagi Ayung seolah tak mau memberi ruang nafas kepada Andila. Andila menghela nafas panjang ketika Ayung memberi kecupan terakhir dibibirnya, setelah itu Ayung berdiri. Nafas Andila mendesah-desah tak karuan antara nafas kelelahan dan nafas kengerian bercampur baur menjadi satu, keringat ditubuhnya deras mengucur membasahi tubuh indahnya yang masih harum mewangi itu.

Tubuh telanjang Andila itu tergeletak lunglai diatas sofa, dadanya kembang kempis meraup udara mengisi oksigen ditubuhnya yang habis terkuras sementara matanya masih terpejam erat. Ayung kembali menganbil posisi dan merapat ketubuh Andila. Direntangkannya kedua kaki Andila selebar bahu dan setelah itu tiba-tiba....."Aaaaakkkhhhhhhh........", Andila melengking histeris, matanya yang terpejam seketika menjadi terbelalak ketika dirasakan olehnya sebuah benda keras berotot menusuk lobang vaginanya. Ya, batang penis Ayung yang sedari tadi tegak gagah mengacung mulai melakukan penetrasi. Batang penis itu mulai menunjukkan kegarangannya di kemaluan Andila, dengan perlahan-lahan mulai menyusup masuk keliang vagina Andila. "Ooooogghhhh.....sss...ssakkitt.....aaaaakkhhh..." ,Andila menggeliat-geliat menahan rasa sakit diselangkangannya. Sebuah mahkota kehormatan yang selama ini dijaga dan dirawat secara baik dan akan dipersembahkan kepada seseorang pria pilihannya kelak pada malam pertama setelah menikah ternyata pada saat ini tengah dikoyak oleh seseorang yang sama sekali bukan idaman atau tambatan hatinya bahkan tidak dikenalnya.

Mata Andila merem melek mengeiringi geliatan tubuhnya yang semakin keras, tapi Paulus yang sedari tadi memegangi tangan Andila masih cukup kuat untuk mengatasinya. Ayung yang menindih tubuh Andila terus berusaha melesakkan batang kemaluannya didalam liang vagina Andila untuk merobek selaput keperawanannya. Tangan kiri Ayung memegangi batang kemaluannya untuk membantu menekan penisnya kedalam liang itu dan tangan kanannya menekan pinggul Andila agar dibagian itu tidak terlalu banyak bergerak. Dan akhirnya mengucurlah darah segar dari liang kemaluan Andila, pertanda bahwa Ayung berhasil membobol keperawanan Andila. "Aaaaaaahhhh.....", Andila mengerang keras airmatanya kembali mengucur deras dari sudut-sudut matanya, matanya terbelalak menengadah kearah langit-langit kamar yang menjadi saksi akan hilangnya sebuah keperawanan dari sang putri cantik itu.

Sejenak Ayung membiarkan batang kemaluannya terbenam keseluruhannya didalam liang vagina Andila, dinikmatinya kehangatan dinding-dinging liang vagina Andila yang berdenyut-denyut itu. "Ohh..nikmat sekali kau....", desah Ayung sambil mengatur posisinya diatas tubuh Andila kedua tangan Ayung memegangi pinggang Andila yang ramping itu. Mulailah kemudian Ayung menggenjot tubuh Andila, dipompanya batang kemaluannya keluar masuk didalam liang vagina Andila secara perlahan-lahan penuh dengan perasaan. Sambil menyetubuhi Andila dinikmatinya wajah Andila yang meringis-ringin serta tubuhnya yang bergetar, sejenak kemudian gelora nafsu Ayungpun semakin memuncak wajah Andila yang sedemikian rupa memancing birahi Ayung untuk lebih agresif. Ayung mulai mempercepat irama persetubuhannya atas Andila "Aaakkhh....oohhh...ooouuhh...ooohhh...ooouugghhh. .." Andila merintih-rintih seiring dengan gerakan tubuh Ayung yang memompa kemaluannya keluar masuk diliang vaginanya.

Gerakannya semakin lama semakin cepat sampai-sampai tubuh Andila terbanting-banting, Ayung pun mulai merintih-rintih mengiringi rintihan dan desahan yang keluar dari mulut Andila, rintihan mereka berdua bersaut-sautan menggema didalam ruang itu dan tentu saja kamera Frans tidak melewatkan adegan ini. Beberapa menit kemudian Ayung nampaknya akan berejakulasi, tubuhnya menegang keras serta kepalanya menegadah keatas dan "CCRROTT....CCCRRROTT...CCRROOOTT...", cairan putih kental kemudian muntah dari batang penis Ayung mengisi liang vagina Andila hingga meluber keluar. "Aaaahhhhhh....", Ayung melolong , tubuhnya mengejan menikmati puncak kenikmatan yang tiada tara itu. Entah Andila gadis yang keberapa yang telah berhasil dikoyak keperawanannya. Setelah menyemburkan tetes terakhir didalam liang vagina Andila, tubuh Ayung melemas tinggal nafasnya saja yang berderu-deru berpacu dengan nafas Andila yang terdengar bercampur dengan isak tangisnya.

Ayungpun bangkit dari tubuh Andila, dicabutnya batang penis dari lobang vagina Andila. Puas sudah Ayung melampiaskan nafsu syahwatnya di tubuh Andila. Entah apa yang terjadi kemudian, tidak ada dalam hitungan menit Martinus tiba-tiba telah berdiri dihadapan tubuh Andila yang lunglai tergeletak disofa tanpa sehelai pakaianpun yang melekat ditubuhnya kecuai jilbabnya yang masih melilit dikepalanya. Rupanya dia sudah mengantri sedari tadi, tubuhnya hitam legam berotot begitupun dengan batang kemaluannya yang sudah mengacung dengan gagahnya. Tanpa memberi kesempatan buat Andila untuk beristirahat Martinus langsung menindih tubuh Andila. Dikulumnya bibir Andila dengan ganas, sementara itu kedua tangannya mulai sibuk meremas-remas kedua payudara gadis yang malang itu. "Hhhmmm...cup...mmmpphh...mmmmhh...cup..cup..mmmph h..", suara desahan Andila terdengar bercampur dengan bunyi kecupan-kecupan yang berdecak-decak. "Ooookkhhh.....", suara Andila melengking tubuhnya yang kembali tersentak akibat liang kemaluannya mulai dijejali kembali dengan batang kemaluan yang kali ini milik Martinus.

Dalam sekejap tubuh Andila mulai digenjot, hentakan demi hentakan dari gerakan persetubuhan mengiringi desahan-desahan lembut yang keluar dari mulut Andila "Ooohhh...ooohh...eegghh...hhooohhh...oouuhhh...". Keringat mebanjiri kedua tubuh yang berlainan perasaan itu, dimana yang satu dengan penuh gairah yang membara terus melampiaskan birahinya kepada lawannya sementara yang satu lagi dengan perasaan putus asa dan tubuh lemah, pasrah menerima penetrasi dari sang lawan. Beberapa menit kemudian kembali liang vagina Andila dibanjiri oleh cairan-cairan sperma yang meluap hingga membasahi kedua pahanya. Martinus meregang menggelinjang merasakan butir-butir kenikmatan menjalar disekujur tubuhnya, tubuhnya kemudian melemah lunglai. Tibalah kini giliran si rambut gondrong, Paulus. Lagi-lagi rintihan-rintihan Andila mulai menggema diruangan itu, tubuhnya kembali diperkosa disetubuhi oleh lelaki yang berumur 40-an ini. Setengah jam sudah Paulus menyetubuhi Andila hingga akhirnya kembali cairan-cairan kental itu mengisi rongga kemaluan Andila.

Andila lemas tubuhnya dibasahi oleh keringatnya bercampur dengan keringat-keringat para lelaki yang memperkosanya tadi sementara selangkangannya penuh dengan cairan-cairan kental hingga kepahanya. Frans sang kameramen rupanya tak mau ketinggalan, dia nampak ingin melakukan adegan penutup dari filem ini. Setelah menyerahkan kamerenya kepada Martinus kemudian dia melepaskan baju yang dikenakannya hingga telanjang bulat. Tubuh lelaki yang berkulit kuning langsat itu nampak dipenuhi dengan hiasan tatto, sebuah kalung salib emas terlihat melintang dilehernya. Wajahnya menyeringai melihat tubuh Andila yang tergeletak lemah diatas sofa. "Sekarang giliranku....", ujarnya. Andila hanya bisa menatap Frans dengan tatapan mata yang sendu. Lelaki yang juga aktifis partai politik yang lambang partainya berwarna dasar ungu ini nampak dengan gagahnya berdiri dihadapan tubuh Andila.

Dengan sebuah lap yang telah dibasahi, Paulus membersihkan selangkangan Andila yang tadinya penuh dengan cairan-cairan yang mengental dan kering. "Ok kamera siap bos", ujar Martinus sambil mengambil posisi serta mengaktifkan kameranya. "Silahkan tancap bos....", ujar Paulus setelah membersihkan tubuh Andila. Frans mulai action. Diraihnya tubuh Andila yang lemah tergeletak di sofa. "Ayo sayang kita main lagi.... Ini akan menjadi filem yang hebat", bisik Frans sambil membopong memindahkan tubuh Andila kelantai. Diterlungkupkan tubuh Andila, setelah itu diangkatnya pinggang gadis itu hingga posisinya seperti orang yang sedang bersujud. Frans mengambil posisi dibelakang tubuh Andila. Nafas Andila terdengar tersengal-sengal tubuhnya bergetar disaat tangan Frans mengelus-elus punggung Andila yang halus dan lembut itu. "Kulitmu halus sekali dan putih bersih, kau cantik Andila...., pasti kau tak mau kalau kupersunting menjadi istriku. Makanya kita lakukan saja ini seperti suami istri ya...", rayu Frans.

Kedua tangan Frans kemudian memegang pinggang Andila. "Aaaaaakkkkhhh........ooouuuuuhhhh.....", sekonyong-konyong Andila melolong keras, tubuhnya yang tadi lemas bersujud seketika langsung menegang keras, kepalanya mendongak keatas disertai dengan matanya yang terbelalak. Rupanya Frans mulai melesakkan batang kemaluannya kedalam anus Andila. Frans menyodomi Andila. BLESSSS...dalam waktu yang relatif singkat penis Frans tertanam seluruhnya didalam anus Andila. Setelah itu Frans mulai dengan gerakan menyodok-nyodok kemaluannya didalam anus Andila. "Oogghh....oohh...aagghh....", Andila menjerit-jerit kesakitan dengan tubuh menggelepar-gelepar dan mulut yang menganga sementara Frans dengan sekuat tenaga terus menyodomi Andila. "Wah rapet sekali bo'ol kamu Andila, rasanya enaaakkk...", ujar Frans sambil terus menyodomi Andila.

Tubuh Andila semakin lunglai lemas, keringat dingin mengucur deras kembali membasahi tubuhnya. Setelah puas menyodomi Andila. Frans mencabut penisnya dan setelah itu langsung membalikkan tubuh Andila hingga terlentang. Frans mengarahkan penisnya kewajah Andila dan setelah itu penis Frans yang besar dan perkasa itu disumpalkan didalam mulut Andila. "Hhmmmppp.....", Andila kembali tersentak disaat Frans berusaha melesakkan penisnya didalam rongga mulut Andila. Namun apa dayanya tubuhnya telah lemas setelah sekian kali digenjot rame-rame. Andila hanya pasrah disaat kemaluan Frans masuk kedalam mulutnya. Kedua tangan Frans memegang erat kepala Andila yang masih berjilbab itu, kemudian digerakkannya kepala Andila naik turun untuk mengurut-urut batang penisnya didalam rongga mulut Andila. "Waww..lembut sekali mulutmu, dingin sekali rasanya....aahhh...nikmaattt...", desah Frans yang sangat menikmati perkosaan itu.

Namun tidak demikian dengan Andila, dengan nafasnya yang tersengal-sengal dia terpaksa mengulum batang kemaluan Frans, mulutnya terlihat penuh dijejali kemaluan Frans sampai-sampai kedua pipinya menggelembung akibat batang penis Frans yang besar itu menjejali mulutnya. "Ooookkhh...haaahhhhkkhh...", Frans mengejang keras, wajahnya menyeringai menengadah kelangit-langit ruangan itu, tubuhnya bergetar ketika dia berejakulasi memuntahkan cairan-cairan sperma didalam rongga mulut Andila. "HHmmmppphh...mmmhhh....", Andila berusaha melepaskan diri namun sia-sia kedua tangan Frans dengan kuatnya memegang kepala Andila. CRRROOTT...CCRROOT...batang penis Frans terus memuntahkan sperma didalam mulut Andila mengalir deras membasahi tenggorokannya hingga meluber keluar disela-sela bibir Andila yang masih disumpal oleh batang kemaluan Frans. "Aaahhh...nikmat sekali", Frans mendesah lega.

Dicabutnya batang penisnya dari mulut Andila, seketika itu Andila terbatuk-batuk dan seperti akan muntah, mulutnya penuh dengan cairan kental sperma bercampur dengan airliurnya sendiri sesekali cairan itu mengalir keluar dari sela-sela bibirnya membasahi pipinya. Belum puas seratus persen, Frans kembali mengambil posisi diatas tubuh Andila dia akan menyetubuhi gadis itu. Ditekuknya kedua kaki Andila hingga bagian paha menyentuh dada. "Uuugghh....", Andila mendesah pelan, mulutnya meringis ketika vaginanya kembali diterobos batang kemaluan lelaki. Frans mulai menyetubuhi Andila. Mulut Andila hanya mengeluarkan desahan-desahan lemah, tubuhnya lungalai dan lemas bak seonggok daging tak bertulang ketika dia harus terbanting-banting dan tersodok-sodok akibat perkosaan yang dilakukan oleh Frans.

Dengan tenaga yang masih perkasa Frans terus menyetubuhi Andila hingga akhirnya berejakulasi untuk yang kedua kalinya. Tubuh Frans menggelinjang nikmat menghantar semburan-semburan sperma yang kembali memenuhi liang vagina Andila. Kemudian kedua tubuh itupun jatuh lemas tak berdaya, deru nafas mereka berpacu membahana mengakhiri adegan pembuatan filem porno itu. Andilapun kemudian tak sadarkan diri. Rasa puas didalam diri Frans tak bisa dilukiskan, filem yang bertemakan pemerkosaan ini pastilah akan laris manis karena bintangnya adalah seorang Juara Harapan Putri Indonesia. Segera kawanan crew pembuatan filem itu membereskan peralatan mereka dan merapikan diri. Waktu menunjukkan pukul 12 siang, merekapun meninggalkan ruangan itu dan pergi meninggalkan tubuh Andila yang masih tergeletak tak beradaya, rumah itupun kembali sunyi sepi.

More aboutCerita Dewasa Rintihan Seks Andila Erotiss

Seks Mesum Angkot Bergoyang

Minggu, 17 April 2011

Cerita mesum 2011 ini memperlihatkan kepiawaian seks mesumnnya seorang supir angkot. Karena Gadis cantik dan seksi ini Diperkosa 'Supir birahi' dengan membujuk paksa. Tanah kosong menjadi saksi seks mesum mereka. Angkot itu pun menjadi kamar seks untuk berfantasi sang supir seperti kamar hotel untuk berbuat seks mesum. Supir yang sudah tidak tahan dengan nafsu seksnya itu memperkosa korbannya Julia dengan bertubi-tubi.

Awalnya ditengah perjalanan, rupanya Supir ‘bernafsu’ dengan Julia. Tak kuat menahan hasrat, Irsan kemudian mengeluarkan jurus jitu merayu Julia. Rayuan maut itu berhasil mengantarkan mereka ke adegan seks mesum. Julia diajak supir “mojok” ditanah kosong. Mereka bercengkrama ngesek mesum pun dilakukan. Pakaian Julia kemudian dilucuti, kemudian digagahi di dalam angkot tersebut. Seperti apa Cerita Seks Mesum di angkot bergoyang? Berikut selengkapnya


Kamis, 18 Maret 2010 , 09:18:00
Gadis Diperkosa Sopir Angkot
Digarap di Tanah Kosong, Korban Trauma

BALIKPAPAN- Seorang sopir angkutan kota (angkot) diringkus aparat kepolisian lantaran dilaporkan telah memperkosa seorang gadis yang tak lain adalah penumpangnya sendiri. Oleh pelaku, korban diperkosa sebanyak satu kali di dalam angkot.

Akibat perbuatan sang sopir, korban kini mengalami trauma. Tersangka berhasil diringkus Unit Buser Polsekta Balikpapan Utara, Rabu (17/3) pagi kemarin. Sopir bejat itu adalah Irsan (24) warga Somber Balikpapan Utara.

Tersangka memperkosa korbannya Julia (26) -nama samaran- warga JL PDAM, Balikpapan Utara, Selasa (16/3) lalu sekira pukul 21.30 Wita di sebuah lahan kosong di kawasan Jl Soekarno Hatta KM 6, Balikpapan Utara.

Dari pengakuan tersangka, malam itu ia sedang narik angkot nomor 3 dari arah Rapak. Saat melintasi di depan Ramayana, Rapak Plaza tersangka bertemu korban yang terlihat tengah menunggu angkot. Angkot berwarna biru langit itu lalu berhenti dan menawarkan jasa akan mengantar gadis itu pulang.

Di tengah perjalanan, rupanya Irsan mengaku ‘bernafsu’ dengan Julia. Tak kuat menahan hasrat, Irsan kemudian mengeluarkan jurus jitu merayu Julia. Rupanya, rayuan maut Irsan berhasil. Julia yang awalnya ingin bergegas pulang ke rumahnya tiba-tiba mau saja di ajak korban untuk tidak pulang dulu.

Irsan lantas tidak langsung mengantar gadis itu pulang, tapi mengajaknya keliling kota. ”Sebenarnya sudah sampai di dekat rumahnya, tapi saya ajak lagi keliling dan dia mau,” kata tersangka Irsan setelah dijebloskan dalam tahanan Polsekta Balikpapan Utara, kemarin.

Sekitar pukul 22.30, usai berkeliling Julia yang belum juga diantar pulang, diajak tersangka “mojok” di salah satu lahan kosong. Nah, terus bercengkrama tiba-tiba muncul nafsu bejat tersangka Irsan.. Entah dengan jurus apa korban saat itu tak mampu berteriak.

Pakaian Julia kemudian dilucuti tersangka, korban pun kemudian digagahi tersangka di dalam angkot tersebut. ”Saya melakukannya di jok belakang, saya buka celananya lalu saya ‘gitukan”, aku Irsan. “Saya lakukan waktu itu hanya sekali,” timpalnya.

Setelah puas menggauli gadis itu, tersangka Irsan tak mengantarkannya pulang. Korban kemudian memilih pulang sendiri. ”Saya memang ndak mengantar pulang karena waktu itu saya mau ke bengkel kembalikan angkot ke bos saya. Dia waktu itu kembali bersama saya naik angkot lagi ke Rapak,” jawabnya.

Perlakuan bejat Irsan, tentu saja tidak diterima oleh Julia. Malam itu juga, korban lantas melaporkan perbuatan IN ke Mapolsekta Balikpapan Utara. Oleh Polisi, tersangka akhirnya berhasil diringkus keesokan harinya di kawasan Klandasan.

Tersangka berhasil diamankan beserta barang bukti sebuah angkot KT 1055 KW. Korban sendiri usai kejadian ini dikabarkan mengalami trauma. “Setelah cukup bukti baru bisa dilakukan tindak lanjut.

Yang jelas kami masih menunggu hasil visum, tersangka sendiri masih menjalani pemeriksaan,” kata Kapolsekta Balikpapan Utara AKP Sukarman kepada harian ini Bercermin dari kasus ini, polisi pun mengimbau kepada para remaja untuk bisa waspada terhadap kejahatan ini. "Sebaiknya untuk lebih berhati-hati apalagi jika berada di dalam angkutan kota. Hal ini bisa memancing niat jahat dari para pelaku kejahatan," tutupnya.

JULIA MENANGIS, DIBUJUK AKAN DINIKAHI

Jurus ampuh tersangka Irsan untuk memuluskan niatnya menggagahi si korban ternyata buah rayuan maut tersangka. Yah, sopir angkutan kota (angkot) yang baru sebulan ini beradu nasib di kota Balikpapan mengajak gadis itu untuk menjalin cinta alias pacaran.

Ironisnya, korban saat itu menuruti saja keinginan tersangka. “Saya waktu itu ajak pacaran, dia bilang kalau memang betul pacaran jangan main-main, dia mau kalau serius. Ya saya jawab serius,” cerita pria asal Bulukumba ini.

Perangkap jitu tersangka Irsan nyatanya berhasil. Setelah sepakat pacaran, mereka pun memilih lokasi tepat untuk memadu kasih. Saat tengah berduaan, nafsu bejat pria beristri ini muncul. Korban ia “gauli” di jok belakang angkot. “Tak ada teriakan, ”aku pria bertubuh kurus ini.

Usai menyalurkan hasratnya Irsan lantas ketakutan, sebab saat itu korban didapatinya tengah menangis. Melihat itu, Irsan lantas merayu Julia dengan cara siap menikahinya. ”Saya mau nikahi dia, tapi saya bilang kita pacaran dulu,” jawabnya dengan wajah tertunduk.(bm-8)

More aboutSeks Mesum Angkot Bergoyang

Perkosaan Nafsu Birahi Tante Cantik dan Seksi

Jumat, 15 April 2011

Cerita Dewasa seks mesum terbaru 2011 saat ini menceritakan perkosaan nafsu birahi tante cantik dan seksi. Sebagai seorang wanita cantik dan seksi yang berumur ini, Ia telah menjadi santapan pemuda yang memuaskan nafsu birahinya. Tubuh ideal dan berpayudara seksi ini menjadi korban pelecehan seksual dan menjadi korban seks mesum oleh dia yang tak kuat melihat kemolekan tubuh tersebut.

Sebagai wanita cantik dan seksi tersebut, tubuh tante tersebut telah mengundang mata pemuda induk merasakan kenikmatan duniawi bersama tubuh yang mulus itu. Banyak mata yang ingin merasakan tubuh tante tersebut, namun tubuh tante ini menjadi korban perkosaan seorang pemuda yang ingin melampiaskan nafsu birahinya dengan sangat nikmat. Seperti apa cerita perkosaan nafsu birahi tante cantik dan seksi ini. Berikut selengkapnya.




Pengalamanku Perkosa Tante Sendiri.
Kejadian ini terjadi sekitar sebulan yang lalu. Saya berumur 23 tahun baru lulus dari salah satu universitas ternama di Jakarta. Dan saya berasal dari keluarga baikbaik. Kejadian ini dimulai ketika saya menginap di rumah om saya di daerah Bogor. Om saya telah menikah dan memiliki 2 anak lelaki yang lucu (umur 3 dan 5 tahun), serta memiliki istri yang cukup cantik (menurut saya) umurnya sekitar 27 tahun. Awal kejadiannya adalah pada hari sabtu malam saya mendengar pertengkaran di rumah tersebut, yang tidak lain adalah om saya dengan tante saya. Ternyata penyakit gatel om saya kambuh lagi yaitu sering pergi ke diskotik bersama temannya. Hal tersebut sangat menyakitkan tante saya, karena di sana om saya akan mabukmabukan dan terkadang pulangnya bisa pada hari Minggu malam. Entahlah apa yang dilakukan di sana bersama temantemannya. Dan pada
saat itu hanya aku bertiga saja di rumah: saya, Om Pram dan Tante Sis. Brak...... suara gelas pecah menghantam pintu, cukup membuat saya kaget, dan om saya dengan marahmarah berjalan keluar kamar. Dari dalam kamar terdengar tante saya berteriak, “Nggak usah pulang sekalian, cepet ceraikan aku.” Dalam hatiku berkata, “... Wah ribut lagi....” Om Pram langsung berjalan keluar rumah, menstarter mobil BMWnya dan pergi entah ke mana. Di dalam kamar, aku mendengar Tante Sis menangis. Aku mau masuk ke dalam tapi takut kena damprat olehnya (kesalahan Om Pram dilimpahkan kepadaku). Tapi aku jadi penasaran juga. Takut nanti terjadi apaapa terhadap Tante Sis. Maksudku akibat kecewa sama Om Pram dia langsung bunuh diri.

Pelanpelan kubuka pintu kamarnya. Dan kulihat dia menangis menunduk di depan meja rias. Aku berinisiatif masuk pelanpelan sambil menghindari pecahan gelas yang tadi sempat dilemparkan oleh Tante Sis. Kuhampiri dia dan dengan pelan. Aku bertanya, “Kenapa Tan? Om kambuh lagi?” Dia tidak menjawab, hanya diam saja dan sesekali terdengar isak tangisnya. Cukup lama aku berdiri dibelakangnya. Pada waktu itu aku hanya memandangnya dari belakang, dan kulihat ternyata Tante Sis mengenakan baju tidur yang cukup menggiurkan. Pada saat itu aku belum berpikiran macammacam. Aku hanya berkesimpulan mungkin Tante Sis mengajak Om Pram, berdua saja di rumah, karena anakanak mereka sedang pergi menginap di rumah adik Tante Sis. Dan mungkin juga Tante Sis mengajak Om bercinta (karena baju yang dikenakan cukup menggiurkan, daster tipis, dengan warna pink dan panjang sekitar 15 cm di atas lutut). Tetapi Om Pram tidak mau, dia lebih mementingkan temantemannya dari pada Tante Sis. Tibatiba Tante Sis berkata, “..To, Om kamu kayaknya udah nggak sayang lagi sama Tante. Sekarang dia pergi bersama temantemannya ke Stardust di Jakarta, ninggalin Tante sendirian di rumah, apa Tante udah nggak cakep lagi.”

Ketika Tante Sis berkata demikian dia berbalik menatapku. Aku setengah kaget, ketika mataku tidak sengaja menatap buah dadanya (kirakira berukuran 34). Di situ terlihat puting susunya yang tercetak dari daster yang dikenakannya. Aku lumayan kaget juga menyaksikan tubuh tanteku itu. Aku terdiam sebentar dan aku ingat tadi Tante Sis menanyakan sesuatu, aku langsung mendekatinya (dengan harapan dapat melihat payudaranya lebih dekat lagi). “Tante masih cantik kok, dan Om kan pergi sama temannya. Jadi nggak usah khawatir Tan!” “Iya tapi temennya itu brengsek semua, mereka pasti mabukmabukan lagi dan main perempuan di sana.” Aku jadi bingung menjawabnya. Secara refleks kupegang tangannya dan berkata, “Tenang aja Tan, Om nggak bakal macemmacem kok.” (tapi pikiranku sudah mulai macammacam). “Tapi Tante denger dia punya pacar di Jakarta, malahan Tante kemarin pergoki dia telponan ama cewek, kalo nggak salah namanya Sella.”

“Masak Om tega sih ninggalin Tante demi cewek yang baru kenal, mungkin itu temennya kali Tan, dan lagian Tante masih tetap cantik kok.”Tanpa Tante Sis sadari tangan kananku sudah diatas paha Tante Sis karena tangan kiriku masih memegang tangannya. Perlahanlahan pahanya kuusap secara halus, hal ini kulakukan karena aku berkesimpulan bahwa tanteku sudah lama tidak disentuh secara lembut oleh lelaki. Tibatiba tanganku yang memegang pahanya ditepis oleh Tante Sis, dan berdiri dari duduknya, “ To, saya tantemu saya harap kamu jangan kurang ajar sama Tante, sekarang Tante harap kamu keluar dari kamar tante sekarang juga!” Dengan nada marah Tante Sis mengusirku.

Cukup kaget juga aku mendengar itu, dan dengan perasaan malu aku berdiri dan meminta maaf, kepada Tante Sis karena kekurangajaranku. Aku berjalan pelan untuk keluar dari kamar tanteku. Sambil berjalan aku berpikir, aku benarbenar terangsang dan tidak ingin menyianyiakan kesempatan ini. Sejak aku putus dengan pacarku, terus terang kebutuhan biologisku kusalurkan lewat tanganku. Setelah sampai di depan pintu aku menoleh kepada Tante Sis lagi. Dia hanya berdiri menatapku, dengan nafas tersenggalsenggal (mungkin marah bercampur sedih menjadi satu).

Aku membalikkan badan lagi dan di pikiranku aku harus mendapatkannya malam ini juga. Dengan masa bodoh aku menutup pintu kamar dari dalam dan menguncinya, lalu langsung berbalik menatap tanteku. Tante Sis cukup kaget melihat apa yang aku perbuat. Otakku sudah dipenuhi oleh nafsu binatang. “Mau apa kamu To?” tanyanya dengan gugup bercampur kaget. “Tante mungkin sekarang Om sedang bersenangsenang bersama pacar barunya, lebih baik kita juga bersenangsenang di sini, saya akan memuaskan Tante”. Dengan nafsu kutarik tubuh tanteku ke ranjang, dia merontaronta, tetapi karena postur tubuhku lebih besar (tinggiku 182 cm dan beratku 75 kg, sedangkan Tante Sis memiliki tinggi tubuh sekitar 165 cm dan berat kurang lebih 50 kg) aku dapat mendorongnya ke ranjang, lalu menindihnya.

“Lepasin Tante, Dito,” suara keluar dari mulutnya tapi aku sudah tidak peduli dengan rontaannya. Dasternya kusingkap ke atas. Ternyata Tante Sis tidak mengenakan celana dalam sehingga terpampang gundukan bukit kemaluannya yang menggiurkan, dan dengan kasar kutarik dasternya bagian atas hingga payudaranya terpampang di depanku. Dengan bernafsu aku langsung menghisap putingnya, tubuh tanteku masih merontaronta, dengan tidak sabar aku langsung merobek dasternya dan dengan nafsu kujilati seluruh tubuhnya terutama payudaranya, cukup harum tubuh tanteku.

Akibat rontaannya aku mengalami kesulitan untuk membuka pakaianku, tapi pelan-pelan aku dapat membuka baju dan celanaku. Sambil membuka baju dan celanaku itu, dengan bergantian tanganku mengusap bukit kemaluannya yang menurutku mulai basah (mungkin Tante Sis sudah mulai terangsang walaupun masih berkurang tetapi frekuensinya agak menurun sedikit). Dengan tidak sabar aku langsung berusaha membenamkan kejantananku ke liang kewanitaannya. “To, jangan To, aku Tantemu tolong lepasin To, ampun, Tante minta ampun ..”. Aku sudah tidak peduli lagi rengekannya. Ketika lubang senggamanya kurasa sudah pas dengan dibantu cairan yang keluar dari liang kewanitaannya aku langsung menghujamkan senjataku.

“Auuhhh, sakit To, aduh.. Tante minta ampun, .. tolong To jangan.. lepasin Tante To..” Ketika mendengar rintihannya, aku jadi kasihan, tetapi senjataku sudah di dalam, “Maaf Tante, saya sudah tidak tahan dan punyaku sudah masuk ke dalam, saya akan berusaha membuat Tante menikmatinya, tolong Tante sekali ini saja, biarkan saya menyelesaikannya,” bisikku ke telinganya. Tante Sis hanya diam saja. Dan tidak berkata apaapa. Dengan pelan dan pasti aku mulai memompa kemaluanku naik turun, dan Tante Sis sudah tidak meronta lagi. Dia hanya diam pasrah dan kulihat air matanya berlinang keluar. Kucium keningnya dan bibirnya, sambil membisikkan, “Tante, Tante masih cantik dan tetap mengairahkan kok, saya sayang Tante, bila Om sudah tidak sayang lagi, biar Dito yang menyayangi Tante.” Tante Sis hanya diam saja, dan kurasakan pinggulnya pun ikut bergoyang seirama dengan goyanganku.

Kirakira 10 menit aku merasakan liang kewanitaan tanteku semakin basah dan kakinya menyilang di atas pinggulku dan menekan kuatkuat (mungkin dia sudah orgasme), dan tidak lama kemudian akupun mengeluarkan spermaku di dalam liang senggamanya. Setelah pemerkosaan itu kami hanya diam saja. Tidak berkata apa, hanya diam. Aku sendiri harus ngapain. Tanteku kembali menitikkan air matanya. Dan aku pamit kepadanya, untuk keluar kamarnya, aku terus merenung, mengapa bisa begini. Itulah kisahku. Sejak kejadian itu hubunganku dengan tanteku menjadi renggang. Aku bingung dengan apa yang harus kulakukan. Sudah sebulan aku tidak lagi ke Bogor, karena ada perasaan malu. Tetapi Tante Sis tidak menceritakan kepada siapapun kejadian ini, dan kadang jika malam aku tidur, selalu terbayang kejadian waktu itu. Ingin rasanya aku melakukan kembali tetapi aku takut. Maaf aku tidak menceritakannya secara vulgar, karena hal ini terjadi begitu saja.


More aboutPerkosaan Nafsu Birahi Tante Cantik dan Seksi

Mahasiswi Bugil Diperkosa Berulang-kali

Minggu, 03 April 2011

Mahasiswi Diperkosa berulang-kali? Entah bagaimana rasanya tubuh seksi Mahasiswi ini disetubuhi berulangkali? Dengan pasrah tubuh yang telah bugil menjadi santapan om-om yang ingin memuaskan nafsu birahinya. Sebut saja ratu namanya, yang dipaksa berbuat mesum oleh bapak tirinya yang haus nafsu. Ratu pun diancam dibunuh bila mengatakan aksi mesum ini pada orang lain.

Ratu adalah seorang mahasiswi cantik perguruan tinggi Samarinda. warga Samarinda Utara yang menjadi cewek korban perkosaan. Walau Ratu berusaha merahasiakan ulah bejat nafsu birahi bapak tirinya, Namun hal ini tetap tak bisa disembunyikan lagi. Ratu pun dengan nekat melaporkannya pada polisi karena ia tak sanggup lagi menahan perbuatan nikmat bagi bapak tirinya.

Ratu mengaku disetubuhi bapaknya berulang kali. Bapak tirinya leluasa menyalurkan nafsunya, seperti menyetubuhi dan mengacak-acak bagian sensitif ratu. Sebelumnya ratu diancam akan dibunuh Ratu jika berani menolak ajakan ngeseks bapak tirinya. Perbuatan ngeseks itu dilakukan bapak tirinya pada saat tengah malam. Di mana seisi rumah sedang asyik terbuai mimpi.

Perkosaan yang dialami Ratu pertama kali pada Januari, Saat itu gadis berparas cantik seksi itu sedang asyik tidur di kamarnya. Ratu terbangun dan merasa ada seseorang yang meraba tubuhnya sambil membekap dari belakang. Merasa terkejut, Ratu pun membuka mata. Ternyata orang yang mendekapnya adalah bapak tirinya.

Itulah cerita segelintir dari kejadian seksual yang ada di Indonesia di Cerita Dewasa Mesum.
More aboutMahasiswi Bugil Diperkosa Berulang-kali

Cerita Dewasa Mesum ABG Diperkosa di Kuburan China

Senin, 28 Maret 2011

Cerita dewasa mesum Abg diperkosa dikuburan Cina daerah Bogor selatan. Cewek Abg yang diperkosa ini berasal dari Cianjur Jawa Barat. Ia mengaku diperkosa oleh 3 berandal yang baru dikenalnya. Mau tahu cerita dewasa mesum Abg ini dilakukan dan bagaimana kejadiannya. Silahkan membaca dibawah ini.

Sebut saja namanya Susi berumur 14 tahun, ditemukan Nasrudin (34 tahun) pertama kali. Nasrudin berprofesi sebagai tukang ojek menemukan saat dia kembali ke pangkalan ojek di Cihideung sekitar pukul 23:30 setelah mengantarkan penumpang ke Cijeruk.

Saat melintasi komplek kuburan China, ia melihat sosok tubuh tergeletak di pinggir jalan. Saat mendekat, ternyata seorang gadis. “Saya kira cewek itu sudah meninggal, tapi setelah diperiksa, masih bernafas,” tutur Nasrudin. Dalam keadaan tak sadarkan diri, cewek ABG ini dibawa Nasrudin ke pangkalan ojek. Tak beberapa lama, cewek ini berangsur-angsur siuman. Ketika ditanya, dia mengaku berkenalan dengan tiga pemuda di Cijeruk. Setelah ngobrol, salah seorang pria tadi memberinya permen. Tanpa curiga permen tadi dikunyahnya. Sesaat kemudian kepalanya terasa pusing lalu tak sadarkan diri.

“Ketiga pemuda brandal itu lalu membawanya ke kuburan Cina kemudian digagahi secara bergilir,” ujar Nasrudin mengutip pengakuan SS. Mendengar cerita tersebut, Nasrudin bersama rekannya membawa cewek ini ke Polsekta Bogor Selatan. Kemudian, polisi membawa korban yang masih dalam keadaan lemah ke RS PMI Bogor untuk divisum.

Kanit PPA Polresta Bogor Iptu Yuni Astuti mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum bisa meminta keterangan korban. Setelah tidur seharian, Minggu sore polisi kembali memeriksa, tapi jawabannya ngawur dan berubah-ubah. “Diduga, dia stres, semula mengaku diperkosa tiga pria setelah diberi permen. Ketika ditanya lagi, sebelum kejadian itu dia sudah dua kali diperkosa,” jelas Iptu Yuni.
More aboutCerita Dewasa Mesum ABG Diperkosa di Kuburan China